Puisi-ku
SUASANA HATI
oleh: Vincentius Bagaskara
Ku tulis puisi ini untukmu...
Hujan, sungguh penuh dengan air,
Menjadi pengalaman daratan kala itu,
Suasana bumi pun jadi sejuk,
Namun membawa kebisingan hujan. Seperti hatiku, tenang namun diiringi debar.
Perasaan hati yang sungguh aman,
Akan tetapi tidak tenang,
Jangan seperti perahu kecil di lautan teduh,
Namun dibayangi gelombang yang tak terlihat.
Pengalaman ini, kini kau akan rasakan juga.
Bukan karena mengatur sesuatu,
Tetapi takut terjadi hal yang tak diinginkan,
Seperti bunga yang mekar di musim dingin,
Menunggu kehangatan yang tak pasti.
Bahkan di saat hujan turun pun,
Bumi tak pernah mengaturnya,
Karena bumi takut dianggap buruk oleh hujan.
RUMAH-KU
oleh: Vincentius Bagaskara
Jangan jadikan malam itu gelap
Rumahku sunyi, penuh derita
Jangan jadikan siang ini terang menyilaukan
Perpisahan, meninggalkan luka
Dinding menyimpan bisikan pilu
Sepi merayap, menusuk kalbu
Lantai menyimpan jejak kesedihan
Kenangan indah, sirna ditelan waktu
Namun syukur masih ada nafas
Kuharap Tuhan beri kekuatan
Iman teguh, kuhadapi semua
Rumahku kembali penuh kedamaian
Gelap dan terang, hikmah tersimpan
Suatu hari, rumahku kan tegar
Kujadikan pelajaran hidupku
Harapan baru kan kembali bersinar
Jarak dan Waktu
oleh : Vincentius Bagaskara
Di batas jarak yang terbentang,
Rindu ini diam-diam ku genggam.
Bayangmu hadir dalam setiap malam,
Namun bibirku kelu, tak berani berucap salam.
Waktu terus berlalu tanpa henti,
Membawa serta kenangan yang terpatri.
Ingin rasanya kembali ke masa lalu,
Namun ku sadar, itu hanyalah pilu.
Aku di sini, dengan rindu yang membara,
Kau di sana, dengan dunia yang berbeda.
Biarlah rindu ini menjadi rahasia,
Aku tak ingin mengganggu bahagiamu, walau sekejap saja.
Komentar
Posting Komentar